TEGALSARI – Pagi yang penuh semangat di MA Unggulan Mamba’ul Huda pada Rabu, 3 September 2025, ditandai dengan kedatangan sosok penting, yaitu Kapolsek Tegalsari, Bapak Eko Siswanto. Beliau hadir sebagai Pembina apel pagi dan mendampingi dalam pembacaan Deklarasi Pelajar Anti-Kekerasan dan Tawuran bersama seluruh guru, staf, serta siswa-siswi madrasah.
Dalam amanatnya, Bapak Eko Siswanto menyampaikan pesan utama yang menggugah. Beliau mengingatkan para pelajar untuk tetap kukuh dalam pembelajaran dan tidak terganggu oleh berbagai kejadian negatif yang ada di masyarakat. “Selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan patuhi peraturan yang ada,” pesannya, menekankan pentingnya moralitas dan ketaatan sebagai benteng diri dari hal-hal buruk.
Momen puncak acara adalah saat deklarasi dibacakan. Dengan serentak dan penuh kesadaran, seluruh hadirin mengikuti setiap bait kalimat yang diucapkan. Mereka berikrar untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perpecahan, berkomitmen untuk menjadikan sekolah sebagai zona aman yang bebas dari tawuran. Pembacaan deklarasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ikrar bersama untuk menjunjung tinggi perdamaian dan etika.
Menanggapi pertanyaan media terkait langkah konkret kepolisian, Bapak Eko menjelaskan, “Kami tidak bosan-bosan mengunjungi sekolah dengan memberikan sosialisasi anti-kekerasan dan tawuran. Penandatanganan deklarasi seperti hari ini adalah salah satu langkah nyata. Kami terus mengingatkan agar pelajar tidak mudah terprovokasi oleh kejadian yang baru-baru ini terjadi.”
Pada akhir wawancara, Bapak Eko Siswanto mengungkapkan harapannya yang besar untuk pelajar di wilayahnya. “Kami mengharapkan siswa-siswi MA Unggulan Mamba’ul Huda dapat belajar dengan baik, meraih cita-cita setinggi mungkin, serta dapat membanggakan dan membawa nama baik orang tua, guru, dan bangsa,” pungkasnya, dalam wawancara pagi hari ini.







